BEAUTY AND JANNATY Full




BEAUTY AND JANNATY




99
BEKAL ISTIMEWA MENJADI
MUSLIMAH JELITA DAMBAAN
SUARGA




WANITA INDAH BUKAN KARENA PENAMPILANNYA. WANITA INDAH KARENA KEMULIAAN HATINYA. DUNIA ITU ADALAH PERHIASAN DAN SEBAIK-BAIK PERHIASAN DUNIA ADALAH WANITA SHOLEKHAH
SEANDAINYA SEORANG BIDADARI DARI SURGA MENAMPAKKAN DIRI KEPADA PENGHUNI BUMI.
NISCAYA BAU HARUMNYA AKAN MEMENUHI RUANG ANTARA LANGITDAN BUMI. SERTA KERUDUNG RAMBUTNYA LEBIH INDAH DAN BERNILAI DARIPADA DUNIA DAN SISINYA.

MUSLIMAH JELITA DAMBAAN SURGA



Terdapat 99 bekal istimewa menjadi muslimah jelita dambaan surga:
1.   Jelita karena berbekal  taqwa
Takwa adalah sikap menjaga atau memelihara diri dari segala sesuatu yang dapat mendatangkan kemurkaan dan azab Alloh SWT.
Ciri-ciri orang yang bertakwa:
a.   Ikrar diri bahwa Alloh SWT adalah Esa serta beriman kepada hal-hal yang ghoib.
b.   Patuh dan taat dalam mengamalkan tuntunan dan ajaran Alloh SWT, seperti sholat, zakat, puasa, dan amalan lain yang di tetapkan Alloh SWT.
c.    Menjauhi larangan dan hal-hal yang di murkai Alloh SWT.
d.   Memelihara diri agar bias mengamalkan, baik melalui tulisan, ucapan, maupun tindakan tentang apa yang di teladani oleh rasululloh.
e.    Berbakti kepada orang tua.
f.    Ringan tangan dalam membantu orang yang memerlukan.
Meningkatkan kualitas iman dan takwa dengan rumus 5M
Ø  Mu’ahadah {ingat janji}
Ø  Mujahadah {sungguh hati}
Ø  Muraqobah {rasa diawasi}
Ø  Muhasabah {intropeksi diri}
Ø  Mu’aqobah  {sanksi diri sendiri} apabila melakukan kesalahan

2.  Jelita karena ibadah wajib menjadi prioritas utama

Bebrapa tip yang dapat di lakukan agar bias meraih khusyuk dalam ibadah sholat:
Ø  Melakukan persiapan yang baik dalam mmelaksanakan sholat.
Ø  Tuma’ninah dalam sholat.
Ø  Mengingat kematian dalam sholat.
Ø  Menadaburi atau memahami ayat-ayat dan dzikir-dzikir yang di baca dalam sholat.
Ø  Hendaklah memotong bacaannya ayat perayat
Ø  Menartilkan bacaan dan membaguskan suara.
Ø  Hendaklah menyadari bahwa Alloh SWT menjawab bacaan sholatnya.
Ø  Sholat dengan mendekat ke sutrah atau pembatas.
Ø  Meletakan tangan kanan diatas tangan kiri pada dada
Ø  Meliahat ke tempat sujud kecuali tasyahud.
Ø  Variasi dalam bacaan surat, ayat, dzikir, dan doa-doa sholat.
Ø  Hendaklah membaca doa sujud tilawah jika melewatinya.
Ø  Memohan perlindungan kepada Alloh SWT.
Ø  Mengetahui keistimewaan khusuknya sholat.
Ø  Bersungguh-sungguh dalam berdoa pada setiap tempatnya dalam sholat terutama dalam sujud.
Ø  Membaca dzikir-dzikir yang di syariatkan setelah sholat.


  
3.  Jelita karena ikhlas karena Alloh

Terdapat begitu banyak buah dari keikhlasan antara lain:
Ø  Mewujudkan tauhid yang hakiki dan terbatas dari kemunafikan dan kesyirikan.
Ø  Masuk surge dan selamat dari api neraka.
Ø  Di terima dan dilipatgandakan amalannya.
Ø  Di ampuni dosa-dosanya selain kesyirikan.
Ø  Merasakan nikmatnya ubudiyah {penghambaan diri} kepada Alloh SWT.
Ø  Meraih syafa’at nabi Muhammad SAW di kakhir kelak.
Ø  Terbebas dari berbagai kesulitan pada hari akhir.
Ø  Merasakan kebahagiaan dan lapang dada.
Ø  Diterima dan dicintai umat manusia.
Ø  Hati menjadi bersih dari berbagai penyakit, seperti dengki dan takabur.



4.  Jelita karena zuhd dan bersahaja
Terdapat empat hal yang dapat mendorong seseorang berperilaku zuhud:
Ø  Iman yang kuat akan membuat seseorang selalu ingat bagaimana kelak ketika kita berdiri di hadapan Alloh SWT pada hari kiamat untuk mempertanggungjawabkan segala amal kita, baik yang besar maupun yang kecil, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Ø  Merasakan bahwa kecenderungan sikap terhadap dunia dapat mengganggu hati dalam berhubungan dengan Alloh SWT dan dapat membuat seseorang merasa jauh dari kedudukan yang tinggi di akhirat kelak ketika ia akan di tanya tentang kenikmatan dunia yang telah ia peroleh.
Ø  Dunia hanya akan didapatkan dengan susah payah, kerja keras, serta mengorbankan tenaga dan pikiran yang sangat banyak.
Ø  Merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an yang banyak menyebutkan tentang kehinaan dan kerendahan dunia serta kenikmatannya yang menipu manusia.

Sebab-sebab Memperoleh zuhud
ü  Memandang dunia bahwa dunia itu akan segera berakhir, tidak kekal, dan di penuhi kesusahan dan dipenuhi kesusahan da kepayahan.
ü  Memandang akhirat bahwa akhirat itu pasti akan segera datang, kekal tidak akan berakhir, dan kemuliaan dalamnya yang penuh dengan kebaikan.
ü  Memperbanyak mengingat kematian dan negeri akhirat.
ü  Mengantarkan jenazah sambil memikirkan penderitaan orangtua kita dan saudara-saudara kita. Mereka tidak membawa harta dunia ke makam-makam mereka. Tidaklah bermanfaat bagi mereka kecuali amal-amal sholeh mereka.
ü  Mencurahkan segalanya demi demi akhirat, mengisi waktunya dengan berzhikir dan ketaatan kepada Alloh SWT.
ü  Lebih mendahulukan maslahat agama di atas maslahat dunia.
ü  Berderma, bernifak, dan memperbanyak shodaqoh.
ü  Meninggalkan majelis ahli dunia dan menyibukkan diri dengan majelis-majelis akhirat.
ü  Sederhana dalamm makan, minum, tidur, tertawa, dan bercanda.
ü  Menenlaah kisah-kisah para zahiddin (orang-orang yang zuhud), terutama perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, dan para sahabat.

5.  Jelita karena di hatinya ada surge
a.   Aklak yang mulia akan memberatkan timbangan dan meninggikan derajat seseorang di surga.
b.   Aklak yang mulia merupakan sebab seseorang masuk surga dan terhindar dari neraka.
c.    Akhlak yang mulia sanggup mengubah permusuhan menjadi pesahabatan.
d.   Akhlak merupakan salah satu factor terpenting sebagai penjaga keistiqomahan seseorang.
e.    Akhlak juga sebagai faktor utama bagi keberhasilan dakwah.
6.  Jelita karena khawatir akan azab api neraka
Neraka ada tujuh pintu, jarak antara masing-masing pintu sejauh tujuh puluh tahun, dan setiap pintu lebih panas dari pintu yang lain, nama-nama tersebut adalah:
§  Hawiyah {arti harfiahnya: jurang}, pintu ini untuk kaum munafik dan kafir.
§  Jahim, pintu ini untuk kaum musyrik yang menyekutukan Alloh SWT.
§  Saqor, pintu ketiga ini untuk kaum shabi’in {penyembah api}.
§  Lazza, pintu ini terdapat iblis dan para pengikutnya dari kaum majusi, para penyembah api.
§  Huthomah {menghancurkan hingga berkeping-keping pintu ini untuk kaum yahudi.
§  Sa’ir { arti harfiahnya: api yang menyala-nyala}, pintu ini untuk kaum kafir

7.  Jelita karena malam-malamnya terjaga
Beberapa keutamaan melaksanakan sholat malam:
ü  Alloh SWT akan mengangkat ke tempat yang terpuji.
ü  Sholat malam dapat mendekatkan diri kepada Alloh SWT dan dapat menghapuskan dosa.
ü  Kemuliaan orang beriman ada pada sholat malam.

Bebrapa tip agar kita dimudahkan untuk melaksanakan sholat malam:
Ø  Berusaha tidur untuk di awal malam dan menjauhkan diri dari begadang. Rosululloh SAW membenci tidur sebelum sholat isya’ dan berbicara sesudah sholat isya’.
Ø  Ketika akan tidur perhatikan adab-adab tidur.
Ø  Tidur ssebentar di siang hari.
Ø  Meniggalkan kemaksiatan, dosa, dan perbuatan bid’ah.
Ø  Berkeinginan kuat untuk sholat malam.
Ø  Memasang alarm jam.

8.  Jelita karena bergetar ketika di sebut asma Alloh
Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut Alloh gemetar hatinya, dan apabila di bacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada tuhan mereka bertawakal. {QS AL-Anfil (8):2}





9.  Jelita karena  karena tak tertinggal amalan sunnahnya
Terdapat tujuh sunnah harian yang dapat kita amalkan:
ü  Sholat tahajud
ü  Tadabur Al-Qur’an
ü  Sholat berjamaah di masjid {terutama subuh dan isya’}
ü  Sholat dhuha
ü  Memperbanyak shodaqoh
ü  Menjaga menjaga wudhu
ü  Berzikir setiap saat

10.      Jelita karena ridho terhadap Qodho dan qhodar
Terdapat bebrapa tip agar senantiasa menjadi seseorang yang ridho dan beriman kepada qodho dan qhodar:
ü  Tidak berselisih terhadap sesuatu yang sudah berlalu.
ü  Hiduplah didunia ini dengan penuh rasa kedamaian tanpa merasa takut.
ü  Jangan takut fakir dan sakit.
ü  Ambilah sebab segala sesuatu dan hasilnya serahkan kepada Alloh SWT.
ü  Yainlah bahwa yang di pilihkan Alloh SWT adalah suatu kebaikan.
ü  Mintalah kepada Alloh qodho yang baik dan sabarlah ketika ujian datang.
ü  Sadar bahwa yang di takdirkan pasti akan terjadi dan apa yang tidak ditakdirkan tidak akan terjadi.
ü  Pemberi manfaat dan mudarat adalah Alloh SWT.
ü  Lihatlah kehidupan dngan penuh keteguhan dan keyakinan bahwa rezeki sudah di tetapakan dan ajal kita tidak mungkin di tunda.




11. Jelita karena cinta kepada Alloh SWT di atas segalanya
Mencintai Alloh dan Rosululloh mengandung konsekuensi amal yang luar biasa:
v  Mencintai Alloh dan Rosululloh dngan segenap hati dan jiwa.
v  Menutup aurat sesuai denagn aturan syariat, tidak berhias laksana cara wanita-wanita jahiliah berhias.
v  Memasyarakatkan kebenaran kepada siapa saja.
v  Mengamalkan amaliah-amaliah yang mampu mengantarkan ke surga.
v  Memahami aturan pergaulan antara pria dan wanita.
v  Mampu bersikap terbaik dalam kehidupan sosial.

12.Jelita karena banyak membaca al-Quran
Etika ketika membaca Al-Quran
ü  Dalam keadaan sudah berwudhu, suci pakaian, badan, dan tempatnya, serta bersiwak atau gosok gigi.
ü  Memilih waktu yang pas dan tempat yang tenang.
ü  Memulai tiwalah dengan ta’awwudz, kemudian bismilah pada setiap awal surat kecuali At-Taubah.
ü  Selalu memperhatikan hukum-hukum tajwid.
ü  Di sunnahkan memperindah suara saat membaca.
ü  Membaca sambil merenungkan dan menghayati makna yang terkandung pada ayat yang dibaca.
ü  Menjaga Al-Qur’an dengan tekun dengan tekun membaca dan mempelajarinya.
ü  Disunnahkan menyaringkan bacaan Al-Qur’an selagi tidak ada unsur negatif seperti riya’.
ü  Disunnahkan berhenti membaca jika sudah mengantuk.
13.Jelita karena sadar diri dengan tobat dari dosa
v  Alloh SWT berfirman, “maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu) {Qs Asy_Syams (91):8-9}

v  Dan Alloh SWT telah menyiapkan surga bagi hamba-hamba yang bertaubat. Alloh SWT berfirman, “wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Alloh dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Alloh akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu kedalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai” {Qs At-Tahrim (66): 8}
v  Alloh juga berfirman, “kataknlah, ‘wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Alloh. Sesungguhnya Alloh mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah yang Maha Pengampun, Maha Penyayang’.” {Qs Az-Zumar (39): 53}
v  Rosululloh SAW bersabda, “sesungguhnya Alloh SWT membentangkan tangan-Nya di waktu malam untuk untuk menerima tobat hamba-Nya yang berbuat dosa di waktu siang. Dan Alloh SWT membentangkan tangan-Nya di waktu siang untuk menerima tobat hamba-Nya yang berbuat dosa di waktu malam sampai matahari terbit dari arah barat.” {HR Muslim}
Syarat-syarat diterimanya tobat:
ü  Ikhlas {tobat benar-benar dari hati sendiri karena Alloh bukan karena paksaan atau hal lain.
ü  Meninggalkan dosa yang di lakukan.
ü  Menyesali dosa-dosa yang telah diperbuat.
ü  Bertekad kuat untuk tidak mengulangi dosa yang telah dilakukan untuk selama-lamanya.
ü  Tobat itu di lakukan sebelum tutupnya pintu tobat, yaitu kiamat atau maut.






14.       Jelita karena wudhunya terjaga
Salah satu hal yang disukai Rosululloh SAW adalah menjaga wudhu. Sebagaimana di riwayatkan dalam HR Bukhori dan Muslim, dari Abu Huroiroh r.a berkata, “aku pernah mendengar Nabi SAW bersabda, sesungguhnya pad hari kiamat nanti umatku akan di panggil dalam keadaan putih cemerlang dari bekas wudhu. Barangsiapa yang mampu memanjangkan tempat basuhan kepalanya maka kerjakan hal itu’.”

15. Jelita karena menunaikan kewajiban amar makruf nahi mungkarang
Abu Sa’id Al-khudri r.a diaberkata, “aku mendengar Rosululloh SAW bersabda ‘Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran, hendaklah dia merubah dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaklah dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman’.” {HR Muslim}

16.       Jelita karena memakai hijab sesuai dengan syariat
Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “hendaklah mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Alloh Maha Pengampun, Maha penyayang. {Qs Al-Ahzab (33): 59}
Beberapa keutamaan hijab:
ü  Hijab adalah ketaatan kepada Alloh SWT dan Rosululloh.
ü  Hijab sebagai tanda ‘iffah (menahan diri dari maksiat)
ü  Hijab itu kesucian
ü  Hijab itu pelindung
ü  Hijab itu takwa
ü  Hijab itu iman
ü  Hijab itu haya’ {malu}
Syarat-syarat hijab atau jilbab yang syar’i dan benar:
ü  Menutupi seluruh tubuh
ü  Harus yang longgar sehingga tidak menampakkan tempat-tempat yang menaarik pada anggota tubuh.
ü  Pakain wanita tidak boleh menyerupai laki-laki.
ü  Tidak menyerupai pakaian orang kafir.
ü  Berpakaian tanpa bermaksud supaya dikenal atau sombong.

17. Jelita karena tidak bercampur dengan laki-laki secara bebas
Bebrapa peyebab pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat:
Ø  Belum mengetahui batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat
Ø  Sudah mengetahui, tetapi belum memahami
Ø  Sudah mengetahui tetapi belum mengamalkan
Ø  Sudah mengetahui dan memahami, tetapi tergelincir kareana lalai
Pelanggaran batas-batas antara ikhwan-akhwat yang sering terjadi:
ü  Pulang berdua antara ikhwan-akhwat
ü  Rapat dengan posisi berhadap-hadapan
ü  Tidak menundukan pandangan {gadhul bashar}
ü  Duduk/jalan berdua
ü  Pesan untuk menikah karena takut kehilangan
ü  Telepon dan sms tidak penting
ü  Berbicara mendayu-dayu {lebay atau manja}
ü  Bahasa yang akrab
ü  Curhat yang negatif
ü  Bercanda ikhwan-akhwat




18.       Jelita karena tidak berjabat tangan dengan laki-laki yang    bukan mahromnya
“Ditikam seseorang dari kalian di kepalanya dengan jarum dari besi, itu lebih baik dari pada menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya” {HR Thabrani}
Hadist lain: “lebih baik memegang bara api yang panas dari pada menyentuh wanita yang bukan mahram.”
19.       Jelita karena tidak bepergian kecuali disertai mahrom
Beberapa adab yang harus di perhatikan ketika wanita muslimah ada kepentingan darurat yang mengharuskan keluar rumah:
ü  Kenakan hijabmu yang syar’i.
ü  Jangan memakai wangi-wangian yang berlebihan
ü  Ketika berjalan, berjalanlah sewajarnya saja.
ü  Apabila engkau bersama saudaramu ataupun temanmu sesama wanita, sementara disana ada laki-laki, tahanlah untuk berbicara.
ü  Apabila engkau telah menikah, minta izinlah kepada suamimu ketika keluar rumah.
ü  Jika jarak yang ditempuh adalah jarak bepergian {luar kota}, engkau harus di damping mahrommu.
ü  Hindarilah dari berdesak-desakan dengan laki-laki.
ü  Berhiaslah dengan rasa malu.
ü  Tundukanlah pandangan matamu.
20.     Jelita karena sederhana dalam makan dan minum
Firman Alloh SWT: “Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap {memasuki} masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Alloh tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” {Qs Al-A’rof (7): 31}




21. Jelita karena menjaga kesehatan
Rosululloh SAW pun hidup sehat dan berolahraga. Beliau dikenal memiliki kebiasaan berjalan kaki. Abu hurairoh r.a berkata, “aku belum pernah melihat orang yang lebih baik dan lebih tampan dari Rosululloh; roman mukanya secemerlang matahari, juga tidak pernah melihat orang secepat beliau. Seolah-olah bumi ini di gulung oleh langkah-langkah beliau ketika sedang berjalan. Walaupun kami berusaha untuk mengimbangi jalan beliau. Tapi beliau tampaknya seperti berjalan santai saja.”
Olahraga sangat berguna untuk kesehatan:
ü  Mencegah kegemukan dengan segala dampak negatifnya.
ü  Menguatkan dan lebih mengefisienkan kinerja otot-otot tubuh.
ü  Lebih melancarkan aliran darah kedalam sel-sel tubuh.
ü  Memperlancar metabolisme dalam tubuh serta pembuangan bahan-bahan sisa dari sel-sel tubuh menjadi lebih baik.

22.       Jelita karena berpakain bersih dan rapi
Beberapa adab-adab berpakain yang harus dilaksanakan oleh seorang muslimah:
Ø  Menutup aurat
Ø  Medahulukan ang kanan
Ø  Pakaian harus bersih dan rapi
Ø  Seorang wanita tidak boleh memakai pakaian menyerupai laki-laki, begitu juga sebaliknya
Ø  Tidak boleh bermewah-mewahan dalam berpakaian
Ø  Membaca do’a
Ø  Tidak boleh tergesa-gesa



23.       Jelita arena menjaga kesehatan mulut dan giginya
Cara-cara menjaga kebersihan mulut yang dapat di lakukan:
Ø  Membersihkan gigi setiap kali selesai makan, baik dengan sikat gigi, siwak, maupun pembersih lainnya
Ø  Memeriksakan gigi ke doter minimal satu tahun sekali meskipun tidak sedang sakit gigi demi memelihara kebersihan dan kesehatan gigi
Ø  Jika dianggap perlu, dapat berkonsultasi ke dokter THT {telinga, hidung, dan tenggorokan} sehingga napasnya selalu segar, bersih, dan tidak berbau.

24.      Jelita karena selalu merawat kebersihan dan keindahan rambut
Sudah seharusnya seorang muslimah menjaga keindahan rambut karena rambut merupakan mahkota seorang wanita. Dan hendaknya menjaga kebersihan, menyisir, merapikan, dan memperindah bentuknya.
Adapun bagi seorang muslimah yang diwajibkan menutup rambut atau berjilbab, kesehatan rambutpun harus di perhatikan:
ü  Pilihlah bahan jilbab yang mudah menyerap keringat.
ü  Jangan membuat jilbab lebih dari empat lapis karena membuat rambut sulit bernapas.
ü  Lebih baik hindari menggunakan lapisan jilbab terlalu sering dan kencang karena membuat kulit kepala menjadi lebih lembab.
ü  Lebih baik mengurai rambut saat memakai jilbab atau jika diikat jangan terlalu kencang.
ü  Sebaiknya hindari penggunaan warna warna gelap untuk jilbab karena menyerap sinar matahari.
ü  Pilih sisir yang memiliki gigi besar dan sisirlah rambut sebelum memakai jilbab.
ü  Cucilah rambut {keramas} minmal 2-3 hari sekali secara rutin.
ü  Lakukan perawatan pada rambut agar dengan memberi nutrisi pada rambut dan menjaga kulit kepala agar tetap sehat.
ü  Gantilah jilbab setiap hari.
ü  Pilih potongan rambut praktis untuk memudahkan penataan rambut berjilbab.

25.       Jelita karena berparas menarik
Wahai muslimah jelita, perrbaikilah penampilan! Hendaklah seorang muslimah memperbaiki penampilannya untuk menampakkan nikmat Alloh SWT yang telah diberikan kepadanya. “Sesungguhnya Alloh senang melihat tanda nikmat yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya“           {HR Turmudzi dan Hakim}

26.       Jelita karena menghindari tabarruj dan tidak berlebihan dalam berhias
Beberapa hal berhias yang dilarang oleh Islam, seperti:
ü  Memotong rambut diatas pundak, karena menyerupai laki-laki.
ü  Menyambung rambut.
ü  Menghilangkan sebagian atau seluruh alis.
ü  Mengikir sela-sela gigi dengan alat kikir sehingga mmbentuk sedikit kerenggangan untuk tujuan mempercantik diri.
ü  Menato bagian tubuhnya.
ü  Menyemir rambut dengan warna hitam.
Cara berhias bagi wanita yang sesuai dengan syariat Islam:
Ø  Tidak boleh menyerupai laki-laki.
Ø  Tidak boleh menyerupai orang kafir.
Ø  Tidak boleh berbentuk permanen sehingga tidak hilang seumur hisdup. Misalnya tato, operasi plastik.
Ø  Tidak boleh berbahaya bagi tubuh.
Ø  Tidak menghalangi air untuk bersuci ke kulit atau rambut.
Ø  Tidak mengandung pemborosan atau membuang-buang uang.
Ø  Tidak membuang-buang waktu sehingga kewajiban lain terlalaikan.
Ø  Penggunaan jangan sampai membuat wanita sombong, takabur, membanggakan diri, dan tinggi hati di hadapa orang lain.

27.       Jelita karena melindungi akalnya dengan ilmu
Keutamaan ilmu adalah sebagai berikut:
ü  Ilmu adalah warisan para nabi dan rosul.
ü  Ilmu itu abadi, sedangkan harta adalah fana.
ü  Ilmu tidak membuat lelah pemiliknya dalam menjaganya karena tempat ilmu adalah di dalam hati.
ü  Ilmu adalah jalan menuju surga.
ü  Buah ilmu adalah amal
Sebab-sebab yang bisa meneguhkan hati dalam menuntut ilmu:
Ø  Megikhlaskan niat
Ø  Bertahap
Ø  Menjaga diri secara lahir dan batin dari hal-hal yang bertentangan dengan hukum Alloh.
Ø  Waktu khusus

28.       Jelita karena tidak lepas dari membaca dan menelaah
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpalan darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
{Qs Al-‘alaq (96): 1-5}

29.       Jelita karena rajin menghadiri majelis ilmu
Beberapa manfaat menhadiri majelis ilmu:
ü  Mengetahui dan mengamalkan perintah Alloh SWT dan Rosulloh SAW.
ü  Mendapat ketenangan.
ü  Mendapatkan rahmat dari Alloh SWT.
ü  Dipuji oleh Alloh dihadapan para malaikat.
ü  Mengambil satu jalan untuk mendapatkan warisan para Rosul.
ü  Mendapatkan ilmu dan adab dari seorang alim.
Perkara yang harus di perhatikan dan dilakukan agar mendapatkan faedah dari majelis ilmu:
Ø  Ikhlas
Ø  Bersemangat menghadiri majelis ilmu
Ø  Mencaatat manfaat pelajaran yang di dapat dari buku atau penjelasan.

30.      Jelita karena kenal potensi dirinya
a.   Penataan spiritual {salimul aqidah/aqidah yang bersih, shohihul ibadah/ibadah yang benar, dan matinul khuluq/akhlak yang kukuh.
Ø  Pemahaman aplikatif aqidah keyakinan yang teraplikasi.
Ø  Konsistensi diri yang akan melahirkan konsep diri.
Ø  Strategi yang dilakukan adalah mengenali diri sendiri.
b.   Penatangan kematangan pribadi {mujahidu linafshi/ berjuang melawan hawa nafsu}.

c.    Tingkat kematangan pribadi perlu melatih dan mengasah dengan cara:

Ø  Menata kekuatan pola berpikir
Ø   Menyatukan posisi dengan keadaan saat ini
Ø  Menyibukkan diri dengan aktivitas organisasi dan bergaul dengan teman.
Ø  Melakukan kegiatan yang dapat membenahi pemahaman spiritual.
31. Jelita karena mencintai diri sendiri apa adany
Beberapa alasan mengapa harus mencintai diri sendiri:
ü  Allloh SWT sudah membekali setiap hamba-Nya dengan beragam keistimewaan dan potensi diri.
ü  Kita akan selalu terlihat berbeda.
ü  Banyak hal menakjubkan dalam diri kita.
ü  Setiap orang memiliki bakat yang dan kemampuan yang berbeda.
ü  Tidak ada orang yang sempurna.

32.       Jelita karena berpikir sebelum bertindak
Ada dua cara berpikir sebelum bertindak:
Ø  What “apa saja kemungkinan tindakan yang bisa kita lakukan?”
Ø  How “bagaimana cara melakukan yang terbaik itu?”

33.       Jelita karena pandai mengatur waktu
Sebelum membuat perencanaan, ada enam hal yang harus di perhatikan:
ü  Niat yang kuat.
ü  Memiliki tujuan yang jelas.
ü  Membuat rencana cadangan.
ü  Rencana atau proram harus realistis, terukur dan adil.
ü  Disiplin dalam rencana.
ü  Sempurnakan setiap kali beramal.
Rosululloh SAW pernah menyebutkan tiga hal yang tidak bisa ditarik kembali:
Ø  Kesempatan yang datang.
Ø  Perkataan yang telah diucapkan.
Ø  Waktu yang telah dilewati.




34.       Jelita karena pribadinya tangguh dan pantang mengeluh
Beberapa asas yang berkaitan dengan etos kerja seorang pribadi dengan kompetensi tinggi:
ü  Asas tindakan
ü  Asas antusias
ü  Asas disiplin diri
ü  Asas kegigihan

35.       Jelita karena menjaga amanah yang di bebankan kepadanya
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Alloh dan Rosul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang telah dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahuinya.
{Qs Al_Anfi [8]: 27}

Rosululloh SAW bersabda, “tidak ada iman bagi yang tidak amanah {tidak jujur dan tidak bisa dipercaya} dan tidak ada dien (agama) bagi yang tidak menepati janji.”
{HR Bikhaqi}
Jika engkau miliki empat hal, engkau tidak akan rugi dalam urusan duia: menjaga amanah, jujur dalam berkata, berakhlak baik, dan menjaga harga diri dalam (usaha, bekerja) mencari makan.
{HR Ahmad}

36.       Jelita karena berani di kritik dan siap menerima saran
Ada enam cara bijak menghadapi kritik yang bisa dicoba untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:
ü  Berusaha untuk mengambil sudut pandang yang sama dengan si pemberi kritik.
ü  Memandang kritik dari sisi yang positif.
ü  Jangan biarkan diri kita hanyut dalam perasaan sakit hati dan dendam etika mendapat kritik.
ü  Tananmkan asumsi kepada diri sendiri bahwa mendapatkan kritik merupakan hal yang membanggakan.
ü  Ambil hikmah dari setiap kritik yang kita dapat.
ü  Gunakan cara yang asertif dalam menanggapi kritik.

37.       Jelita karena selalu belajar mengembangkan bakatnya
Terdapat dua jenis bakat:
Ø  Kemampuan pad bidang khusus seperti bakt music atau menulis.
Ø  Bakat khusus yang dibutuhkan sebagai perantara untuk merealisasikan kemampuan khusus, seperti arsitek.
Empatkunci untuk untuk mengeluarkan potensi dalam diri:
ü  Keahlian
ü  Ketertarikan
ü  Kepuasan
ü  Kebiasaan

38.       Jelita karena bertindak dewasa dan pantang menyerah
Lima pantangan yang sebaiknya tidak dilakukan:
Ø  Pantang bertindak sia-sia
Ø  Pantang mengeluh
Ø  Pantang menjadi beban
Ø  Pantang berkhianat
Ø  Pantang mengotori hati






39.       Jelita karena berpikir optimis dan realistis
Beberapa manfaat bersikap optimis dan berfikir positif:
ü  Insya Alloh, lebih panjang umur.
ü  Lebih jarang mengalami depresi.
ü  Tingkat stress yang lebih kecil.
ü  Memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap penyakit.
ü  Lebih baik secara fisik dan mental.
ü  Mengurangi resiko terkena penyakit jantung.
Prinsip-prinsip agar menjadi orang yang optimis:
Ø  Memaksimalkan kesuksesan dan mengurangi kegagalan.
Ø  Mengakui kekurangan diri, tetapi tetap fokus pada kelebihan.
Ø  Mengambil pelajaran dari sebuah kegagalan.
Ø  Ucapkan kata-kata motivasi kehidupan setiap hari.
Ø  Jangan fokus pada sisi negatif, tetapi focus pada sisi posuitif.
Ø  Ingat selalu, bahwa kita mempunyai kesempatan yang tidak terbatas di masa depan.

40.     Jelita karena lisan selalu basah dengan dzikrulloh
Empat kalimat mulia:
Ø  Subhanalloh {Maha Suci Alloh}
Ø  Alhamdulillah {Segala puji bagi Alloh}
Ø  La ila ha illaloh {Tidak ada sembahan yang berhak di sembah selain Alloh}
Ø  Allohu akbar {Alloh Maha Besar}

41.       Jelita karena berakhlak mulia
Tiga perkara dalam terkait akhlak mulia kepada sang kholiq:
ü  Membenarkan berita-berita dari Alloh SWT, baik berita tersebut terdapat dalam Al-Qur’an maupun yang disampaikan melalui lisan rosul-Nya yang mulia dalam hadist-hadist yang shohih.
ü  Melaksanakan hokum-hukum-Nya.
ü  Sabar dan ridho kepada takdir-Nya meskipun terkadang pahit dan tidak menyenangkan.
Tiga hal akhlak mulia kepada makhluk:
Ø  Tidak menyakiti orang lain, terkait jiwa, harta, dan kehormatan.
Ø  Berderma dengan memberikan bantuan, baik materi maupun nonmateri.
Ø  Bermuka manis.
Keutamaan memiliki akhlak yang mulia:
ü  Bentuk pelaksanaan perintah Alloh dan Rosul-Nya.
ü  Memperoleh ketinggian derajat.
ü  Berbagai problema akan menjadi mudah, aib-aib akan tertutupi, dan hati manusia akan menyukai sang pemilik akhlak yang mulia ini.
ü  Terbebas dari pengaruh negatif tindakan jelek orang lain.
ü  Pikiran akan tenteram dan kehidupan terasa nikmat.
Jalan dan sarana yang bisa ditempuh untuk menggapai akhlak mulia:
Ø  Memiliki aqidah yang selamat
Ø  Senantiasa berdoa memohon akhlak yang mulia
Ø  Bersungguh-sungguh/muhadah dalam memperbaiki diri
Ø  Intropeksi/muhasabah
Ø  Merenungkan dampak positif akhlak mulia
Ø  Memikirkan dampak buruk akhlak yang jelek
Ø  Tidak putus asa dalam memperbaiki diri
Ø  Memiliki cita-cita yang tiinggi
Ø  Bersabar
Ø  Menjaga kehormatan/iffah
Ø  Bersikap ramah dan menjauhi muka masam
Ø  Mudah mmemaafkan
Ø  Tidak muudah melampiaskan amarah
Ø  Memmetik pelajaran dari orang-orang yang bergaul
Ø  Menebarkan salam

42.      Jelita karena menjadi murid yang hormat kepada gurunya
Adab-adab menghormati guru:
ü  Bersikap menuruti perintah dan nasihat guru serta meminta pendapat dan bimbinngan guru dalam suatu urusan.
ü  Memandang guru dengan perasaan penuh hormat dan takzim.
ü  Tidak sekali-kali bersikap saling berbantahan atau debat yang tidak baik dengan guru.
ü  Berterima kasih kepada guru atas segala ilmu yang telah diajarkan.
ü  Menunjukan adab yang baik terhadap terhadap teman-teman sekelas.
ü  Ketika belajar duduklah dengan penuh tawadhu’, khusyu’, dan tenang.
ü  Menjaga sopan santun ketika berbicara dengan guru.
ü  Tidak malu untuk bertanya mengenai pelajaran yang belum jelas.
ü  Senantiasa mendoakan kesejahteraan guru.

43.       Jelita karena menjadi sahabat terbaik bagi saudaranya
Rosululloh SAW memberi nasihat tentang bagaimana menjaga persahabatan:
Ø  Antara sesama muslim dibangun hubungan yang kukuh.
Ø  Ikatan persahabatan itu sangat penting, hingga dikaitkan dengan keimanan seseorang.
Cara-cara islami agar persahabatan makin bersemi indah:
ü  Saling mengucapkan salam
ü  Senyum yang tulus
ü  Memanggil dengan nama yang disukainya
ü  Berjabat tangan
ü  Penampilan rapi dan aroma yang harum
ü  Saling memberi hadiah
ü  Jadilah pendengar yang baik
ü  Bergurau yang wajar
ü  Mampu menahan amarah dan mengobati marah
ü  Menghindari perdebatan
ü  Menutub aib
ü  Berterima kasih
ü  Menepati janji

44.     Jelita karena mengetahuidan mengamalkan adab makan dan minum
Adab sebelum makan dan minum
Ø  Makanan dan minuman harus halal dan baik.
Ø  Makan dan minum harus diniatkan untuk taat kepada Alloh SWT.
Ø  Mencuci kedua tangan agar bersih dan suci.
Ø  Hendakalah makan secara bersama-sama atau berjamaah.
Adab makan dan minum:
ü  Mengucapkan basmalah
ü  Menggunakan tangan kanan dan makan makanan yang lebih dekat dengan dirinya lebih dahulu.
ü  Hendaklah sisa-sisa yang ada di piring dibersihkan dan sisa-sisa yang ada di tangan di bersihkan dengan mulut.
ü  Disunnahkan untuk berjamaah ketika makan.
ü  Dilarang makan dan minum sambil berdiri, dilarang bernapas/ meniup minuman, dilarang minum langsung dari botol.
Adab setelah makan dan minum:
Ø  Mengucapkan hamdalah atau berdoa setelah makan dan minum.
Ø  Tidak terlalu kenyang dalam makan dan minum.
Ø  Membagi perut menjadi tiga bagian {sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, sepertiga untuk napas}.

45.       Jeelita karena mengetahui dan mengamalkan adab berpakaian
Adb berpakaian yang bisa diterapkan dalam dalam keseharian.
Ø  Disunnahkan untuk berpakaian rapi, bagus dan bersih.
Ø  Pakaian harus menutup aurat.
Ø  Pakaian perempuan tidak boleh menyerupai laki-laki dan sebaliknya.
Ø  Pakaian tidak boleh ada gambar makhluk yang bernyawa atau gambar salib.
Ø  Pakaian tidak merupakan pakaian show [untuk kettenaran].
Ø  Disunnahkan untuk mendahulukan bagian yang kanan dalam berpakaian.
Ø  Disunnahkan bagi oaring yang mengenakan pakaian baru menguacapkan hamdalah [bersyukur].
Ø  Disunnahkan untuk memakai pakaian berwarna putih.
Ø  Disunnahkan memakai parfum bagi laki-laki dan perempuan.

46.     Jelita karena mengetahui dan mengamalkan adab tidur
Beberapa adab islami yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim:
ü  Tidurlah dalam keadaan berwudhu.
ü  Tidur berbaring pada sisi kanan.
ü  Meniup kedua telapak tangan sambil membaca surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas, masing-masing se kali.
ü  Membaca Al-Qur’an untuk menenangkan hati dan pikiran.
ü  Membaca Ayat Kursi sebelum tidur.
ü  Membaca doa sebelum tidur.
ü  Sebisa mungkin membiasakan tidur diawal malam {jika tidak ada kepentingan yang bermanfaat.
ü  Membersihkan tempat tidur.
47.       Jelita karena mengetahui dan mengamalkan adab dalam majelis
Adab-adab dalam bermajelis:
Ø  Mengucapkan salam kepada ahli majelis ketika hendak masuk dan duduk pada majelis.
Ø  Tidak menyuruh seorang berdiri, pindah, atau bergeser agar ia menempati tempat duduknya.
Ø  Tidak memisahkan dua orang yang sedang duduk agar ia dapat duduk di tengah, kecuali dengan seizinnya.
Ø  Jangan menempati tempat duduk orang yang pergi tetapi akan kembali lagi.
Ø  Tidak duduk di tengah-tengah halaqoh/majelis.
Ø  Seseorang didalam majelis hendaknya memperhatikan adab-adab sebagai berikut:
ü  Duduk dengan sopan dan tenang.
ü  Tidak mengenyam jari, mempermainkan jenggot atau cincin, banyak menguap,

48.     Jelita karena mengetahui dan mengamalkan adab mengucapkan salam
Salam memiliki tiga tingkatan:
Ø  Tingkatan yang paling tinggi, paling sempurna, dan paling utama adalah Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Ø  Tingkatan yang lebih rendah adalah ucapan Assalamu’alaikum warohmatulloh.
Ø  Tingkatan yang paling rendah adalah Assalamu’alaikum.
Adab-adab salam:
ü  Pengendara mengucapkan salam kepada pejalan kaki.
ü  Memulai dengan salm baru kemudian boleh menyambutnya dengan sapaan.
ü  Ketika akan masuk rumah
ü  Mengucapkan salam dengan suara yang dapat didengar tetapi jangan terlalu keras.
ü  Mengucapkan salam dan mengulangi lagi ketika terpisah dengan saudara.
ü  Ulama memperbolehkan seorang laki-laki mengucapkan salam kepada perempuan dan sebaliknya.
ü  Dianjurkan bagi orang yang duduk mengucapkan salam ketika hendak berdiri dalam majelis.
ü  Disunnahkan berjabat tangan ketika memberi salam dan memberikan tangan kepada saudaranya.
ü  Menunjukkan wajah yang ceria, bermanis muka, dan tersenyum ketika mengucapakan salam.
ü  Disunnahkan memberi salam kepada anak-anak.
ü  Tidak boleh mengucapkan salam kepada orang kafir.

49.     Jelita karena meengetahui dan mengamalkan adab meminta izin
Islam memberikan tuntunan adab sangat agung dalam meminta izin:
Ø  Meminta izin berbeda dengan ucapan salam.
Ø  Hendaklah berdiri di sisi kiri atau kanan pintu.
Ø  Jika tidak diizinkan hendaklah ia kembali.
Ø  Larangan mengintip ke dalam rumah orang lain.

50.      Jelita karena mengetahui dan menggamalkan adab berkendaraan
Adab-adab dalam berkendara:
ü  Berdoa ketika naik kendaraan.
ü  Bertakbir dan bertasbih selama perjalanan.
ü  Berdoa atau dzikrulloh ketika kendaraan
ü  Membebani kendaraan sesuai dengan daya angkut.




51. Jelita karena birrul walidain ( berbakti kepada orang tua )
Beberapa faedah berbakti kepada orangtua:
Ø  Dikabulkan doanya.
Ø  Sebab dihapuskannya dosa besar.
Ø  Penyebab keberkahan dan bertambahanya rezeki.
Ø  Anak-anaknya kelak akan berbakti kepadanya pula.
Ø  Ridho Alloh terletak pada ridho orangtua.
Ø  Diterimanya amal.

52.       Jelita karena mencintai rasa sabar
Kiat-kiat untuk meningkatkan kesabaran:
ü  Meningkatkan niat kepada Alloh SWT.
ü  Memperbanyak tilawah (membaca) Al-Qur’an.
ü  Memperbanyak puasa sunnah.
ü  Mujahadah An-nafs {usaha yang dilakukan manusia secara sungguh-sungguh untuk mengalahkan nafsu (negatif) perlu mengadakan latihan-latihan sabar secara pribadi.
ü  Mebaca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi’in ataupun tokoh-tokoh Islam.

53.       Jelita karena pandai mengontrol emosi
Emosi memilki dua sifat:
Ø  Tarik-menarik
Ø  Selalu ingin bebas
Beberapa hal untuk melatih emosi:
ü  Menngenali emosi diri.
ü  Melepaskan emosi negatif.
ü  Mengelola emosi diri sendiri.
ü  Memotivasi diri sendiri.
ü  Mengenali emosi orang lain.
ü  Mengelola emosi orang lain.
ü  Memotivasi orang lain.

54.       Jelita karena bersikap empati
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebat denagn mereka dengan cara yang baik. Sesunggguhnya Tuhanmu, Dialah yang mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.
{Qs An-Nahl [16]: 125}

Dan siapakah yang lebih baik perkataanya daripada orang yang menyeru kepada Alloh dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim {yang berserah diri}?”
{QS fushshilat [41]: 33}

55.       Jelita karena peduli kepada sesame
Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengejarkan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong –menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Alloh, sungguh, Alloh sangat berat siksa-Nya.
{Qs Al-Maidah [5]: 2}

56.       Jelita karena sensitif dan perasa
Ciri-ciri orang yang memiliki kepribadian sangat sensitif:
ü  Selalu mebutuhkan waktu untuk sendiri
ü  Sangat teliti terkadang sampai pada titik perfeksionis
ü  Memiliki kesadaran tinggi pada kondisi lingkungan disekitar.
ü  Dapat menjadi sangat emosi dan butuh ‘pergi’ untuk mencari ketenangan dan kenyamanan.
ü  Sering merasa terdorong untuk untuk mengatur banyak hal termasuk pikiran.
ü  Sangat mengapresiasi dan menikmati hal yang sederhana.
ü  Tidak merasa nyaman ketika banyak hal yang tidak bisa diendalikannya.
ü  Memiliki mimpi yang indah dan kehidupan spiritual yang dalam tentang kehidupan.
ü  Memiliki intuisi tinggi dan bisa menebak jika seseorang bohong atau melihat sesuatu yang tidak benar.
ü  Bisa dengan mudah terbawa perasaan dan merasa khawatir.
ü  Sulit tidur.
ü  Kemungkinan memiliki perasaan yang sensitif dalam memandang rasa sakit.
ü  Tidak suka keramaian.
ü  Sering menghindari totona yang berisi kekerasan.
ü  Sangat mengapresiasi alam, music, dan seni.

57.       Jelita karena berwajah ceria
Tip agar selalu berwajah ceria:
Ø  Pilihlah untuk bergembira
Ø  Lakukan apa yang disukai
Ø  Aktif meminta masukan
Ø  Hindari hal-hal negatif
Beberapa sikap yang harus kita miliki untuk dapat meraih kesuksesan:
ü  Ketulusan
ü  Rendah hati
ü  Kesetiaan
ü  Berpikir positif
ü  Keceriaan
ü  Bertanggung jawab
ü  Percaya diri
ü  Kebesaran jiwa
ü  Easy going
ü  Empati




58.       Jelita karena menjaga silahturahmi keluarga
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu di sisi Alloh ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Alloh Maha Mengetahui, Maha Teliti.
{Qs Al-Hujurot [49]: 13}

Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, sambungkanah tali silaturahmi dan dirikanlah sholat pada malam hari ketika manusia tertidur, niscaya kamu masuk surga dengan selamat.
{HR Bukhori dan Muslim}

59.       Jelita karena mampu menjaga rahasia
Aib bisa di bagi menjadi dua kategori:
Ø  Aib yang sifatnya khalqiyah
Yaitu aib atau hal-hal yang memalukan yang sifatnya kodrati, misalnya: cacat di salah satu organ tubuh, atau sakit yang membuat si sakit malujika diketahui orang.
Ø  Aib berupa kegiatan maksiat
§  Dilakukan sembunyi-sembunyi bsik ysng merugikan orang lain ataupun tidak.
§  Dilakukan secara terang-terangan.
Beberapa tip menjaga rahasia:
ü  Jangan mudah berbagi rahasia pribadi kepada orang yang belum kita kenal.
ü  Ingat bahwa kata-kata yang telah terucap dari birbir dan di dengar oleh orang lain tidak dapat ditarik kembali.
ü  Endapkan dahulu seluruh emosi dan tenangkan perasaan ketika berbagi rahasia.
ü  Pilihlah orang yang sungguh-sungguh mamiliki dedikasi dan mampu menjaga rahasia.
ü  Siapkan mental dan pikiran yang harus dilakukan ketika rahasia telah terbongkar.

60.     Jelita karena adil dalam mengambil keputusan
Ada beberapa faktor yang menunjang keadilan:
Ø  Adil dalam mengambil keputusan.
Ø  Memperluas pandangan dan melihat persoalan secara objektif.
Ø  Mengumpulkan data dan fakta sehingga dalam keputusan seadil mungkin.
Beberapa faktor munculnya keadilan dan kezaliman:
ü  Kondisi orang terdebut pada saat itu
ü  Luas dan sempitnya pengetahuan yang dimiliki
ü  Latar belakang cinta dan benci
ü  Terdorong oleh kepentingan sendiri atau golongan
ü  Adanya pengaruh dari luar

61.       Jelita karena senantiasa membahagiakan hati orang lain
Beberapa hal yang dapat membuat orang lain menjadi senang:
Ø  Saling memberi nasihat yang baik
Ø  Memenuhi undangan
Ø  Menjenguk orang sakit
Ø  Tidak menjadi beban orang lain
Ø  Membayarkan utang orang lain
Ø  Mendoakan saudara seiman




62.       Jelita karena menghormati tamu
Adab bertamu dalam Islam:
ü  Di sunnahkan mengucapkan selamat datang kepada para tamu.
ü  Menghormati tamu dan menyediakan hidangan untuk tamu makanan dan minuman semampunya.
ü  Dalam penyajian tidak bermaksud bermegah-megahan atau berbangga-bangga, tetapi bermaksud utuk mencontoh para Nabi.
ü  Dalam pelayanan diniatkan untuk memberikan kegembiraan pada tamu.
ü  Mendahulukan tamu yang lebih tua.
ü  Tidak mengangkat makanan atau minuman yang dihidangkan sebelum tamu selesai menikmatinya.
ü  Mengajak mereka berbincang-bincang dengan pembicaraan yang menyenangkan.
ü  Mendekatkan hidangan kepada tamu.
ü  Mempercepat untuk menghidangkan makanan bagi tamu.
ü  Menhadapi tamu dengan wajah ceria berseri-seri.
ü  Masa penjamuan tamu.
ü  Mengantarkan tamu yang mau pulang sampai ke depan rumah.

63.       Jelita karena tidak bertindak menyerupai laki-laki
Bentuk penyerupaan laki-laki yang sering dilakukan para wanita:
Ø  Menyerupai laki-laki dalam hal berpakaian.
Ø  Tidak berpegangteguh pada hijab {pakaian musliamah yang di syariatkan.
Ø  Banyak keluar rumah tanpa ada keperluan.
Ø  Berdesak-desakan dan bercampur baur dengan laki-laki.
Ø  Meniru kebiasaan laki-laki dalam hal berjalan dan ber beraktivitas.
Ø  Kasar (tidak lemah lembut) dalam bermuamalah dan berakhlak dengan keluarga dan kerabatnya.
Ø  Tidak memakai perhiasan yang khusus bagi wanita.
Ø  Menyerupai laki-laki dalam berpenampilan.
Ø  Melepaskan diri dari pengawasan suami atau wali.
Ø  Sedikitnya rasa malu, seperti wanita tomboy.
Beberapa penyebab yang mendorong wanita menjadi tomboy:
ü  Kurangnya iman dan sedikitnya rasa takut kepada Alloh SWT.
ü  Pendidikan yang kurang baik.
ü  Pengaruh media masa.
ü  Berpakaian dan berperilaku tanpa mengetahui dan memahami manfaat dan mudorotnya.
ü  Kawan bergaul yang tidak baik {salah dalam bergaul}.
ü  Kurang percaya diri dan upaya menarik perhatian.
ü  Contoh dari penggemar yang kurang baik.
ü  Tidak ada yang melarang penyimpangan dalam masalah hijab dan perilaku yang tidak layak.

64.     Jelita karena mempunyai kreativitas dalam berkarya
Beberapa tip agar menjadi muslimah yang kreatif:
Ø  Motivasi
Ø  Rileks
Ø  Jadilah risk taker {tidak takut mengambil resiko}
Ø  Fokus pada peluang
Ø  Berani keluar dari kebiasaan
Ø  Cobalah melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang
Ø  Belajar dari kesalahan
Ø  Memperbaiki apa yang sudah ada
Ø  Jangan terpaku pada ide lama





65.       Jelita karena terampil memasak
Hikmah-hikmah yang bisa digali dari aktivitas memasak sehari-hari:
ü  Saat masakan telah matang, hadirkanlah dalam benak kalian betapa Alloh telah menganugerahkan nikmat untuk bisa menyelesaikan pekerjaan.
ü  Mensyukuri nikmat karena masih bisa memasak.
ü  Mengakibatkan tumbuhnya rasa cinta, saling menghargai, dengan memberi sebagian masakan kepada tetangga.

66.     Jelita karena menjadi pengusaha yang baik
Beberapa hal-hal yang tak boleh diabaikan oleh seorang ibu rumah tangga ketika menjadi pengusaha:
Ø  Niatkan membantu keluarga
Ø  Pekerjaan yang aman
Ø  Selesaikan urusan rumah
Ø  Dukungan dari keluarga

67.       Jelita karena tidak hanya menjadi penonton
”tidak peduli seberapa banyak kritikan yang kamu berikan atas kesuksesan yang mereka raih, yang terpenting mereka telah berhasil menjadi pemenang dalam hidup mereka. Tidak seperti kamu yang hanya bisa berkomentar dan mengkritik, tetapi berbuat apa-apa. Buktikaan kamu bisa seperti mereka, jangan hanya jadi penonton saja.”

68.     Jelita karena sayang terhadap binatang
Manfaat dari memelihara hewan peliharaan:
ü  Dapat menghilangkan stress.
ü  Mengajarkan tanggung jawab.
ü  Menyehatkan.
ü  Membantu proses belajar anak.
69.     Jelita karena cinta terhadap tanaman
Dan Kami telah menghamparkan bumi dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung serta Kami tumbuhkan disana segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan padanya sumber-sunber kehidupan untuk keperluanmu, dan {kami ciptakan pula} makhluk-makhluk yang bukan kamu pemberi rezekinya. Dan tidak ada sesuatu pun, melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya; Kami tidak menurunkan melainkannya melainkan dengan ukuran tertentu. Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami menurunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan (air) itu, dan bukanlah kamu yang menyimpannya.
{Qs Al-Hijr [15]: 19 -25}

70.     Jelita karena menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan
Tip untuk mejaga kebersihan lingkungan:
ü  Dimulai dari diri sediri dengan memberikan contoh kepada masyarakat.
ü  Selalu libatkan tokoh masyarakat yang berpengaruh untuk memberikan pengarahan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan.
ü  Sertakan rekan-rekan pemuda-pemudi untuk ikut aktif menjaga kebersihan lingkungan.
ü  Perbanyak tempat sampah di lingkungan tempat tinggal.
ü  Pekerjakan petugas kebersihan lingkungan dengan memberi imbalan yang sesuai.
ü  Sosialisasikan masyarakat untuk terbiasa memilah smapah organik dan nonorganik.
ü  Pelajari teknologi cara membuat kompos dari sampah organik.
ü  Kreatif membuat souvenir atau kerajinan tangan dengan memanfaatkan sampah nonorganik.
ü  Atur jadwal untukkegiatan kerja bakti membersihakan lingkungan.  
71. Jelita karena bias menjaga lidah dari ghibah
Ghibah yang diperbolehkan:
Ø  Melakukan perbuatan Aniaya.
Ø  Usaha untuk mengubah kemungkaran dan membantu seseorang untuk tidak melakukan perbuatan maksiat.
Ø  Unuk memperingati dan menasehati kaum muslimin.
Ø  Jika seseorang berterus terang dengan menunjukkan kefasikan dan kebid’ahan.
Ø  Untuk memberi penjelasan dengan sebutan yang telah masyhur pada diri seseorang.
Untuk mengobati kebiasaan ghibah ada beberapa kiat yang bisa di lakaukan:
ü  Selalau ingat bahwa perbuatan ghibah adalah penyebab kemarahan dan kemurkaan Alloh SWT, serta turunnya azab dari Alloh SWT.
ü  Timbangan kebaikan pelaku ghibah akan pindah kepada orang yang digunjingnya.
ü  Hendaknya pelaku perbuatan ghibah aib dirinya sendiri dan segera berusaha memperbaikinya.
ü  Jika aiab orang yang hendak digunjingnya tidak ada pada diri sendiri, hendaknya bersyukur kepada Alloh SWT.
ü  Selalu ingat bahwa mebicarakan saudaranya, maka seperti makan bangkai saudaranya.
ü  Hukumnya wajib mengingatkan orang yang ghibah bahwa perbuatan tersebut hukumnya haram dan dimurkai Alloh SWT.
ü  Selalu mengingat ayat-ayat Alloh SWT dan hadist-hadist yang melarang ghibah dan selalu menjaga lisan agar tidak terjadi ghibah.





72.       Jelita karena menjaga lidah dari naminah
Imam An-Nawawi berkata, “Dan setiap orang yang disampaikan kepadanya perkataan naminah, dikatakan kepadanya,’Fulan telah berkata tentangmu begi.ni-begini. Atau melakukan inidan ini terhadapmu’.” Maka hendaklah ia melakukan enam perkara berikut:
Ø  Tidak membenarkan perkataannya.
Ø  Mencegahnya dari perbuatan tersebut, menasehatinya, dan mencela perbuatannya.
Ø  Membencinya karena ia adalah orang yang dibenci di sisi Alloh.
Ø  Tidak berperasangka buruk kepada saudaranya yang dikomentari negatif oleh pelaku naminah.
Ø  Tidak memata-matai atau mencari-cari aib saudaranya karena aib yang didengarnya.
Ø  Tidak membiarkan dirinya ikut melakukan naminah tersebut, sedangkan dirinya sendiri melarangnya.

73.       Jelita karena tidak sombong
Terdapat beberapa tipsupaya tidak sombong menurut Imam Ghozali:
ü  Jikalau bertemu anak-anak, tanamkan dalam hati dan pikiran bahwa mereka itu lebih baik daripada kita karena mereka tidak mempunyai dosa.
ü  Jika bertemu orang dewasa, berpikirlah bahwa meraka telah banyak berbuat amal baik.
ü  Jika bertemu dengan orang yang lebih pintar, dia lebih mulai karena keilmuannya.
ü  Jika bertemu dengan orang yang bodoh daripada kita, jangan dikira kita lebih baik darinya. Bisa jadi dosa yang di perbuat itu karena ketidaktahuannnya, sedangkan dosa kita justru ada dalam pengetahuan kita.


ü  Jika bertemu dengan orang yang jail/jahat/kafir/dan sebagainya, jangan dulu merasa diatas mereka. Bisa jadi mereka suatu saat bertaobat, lalu keimanan dan amal baik melesat melebihi kita karena tobat dan keikhlasannya.

74.       Jelita karena senantiasa menepati janji
Adapun menepati janji merupakan:
Ø  Kewajiban syar’i, baik sesama muslim maupun Antara muslim dengan nonmuslim.
Ø  Akhlak yang utama.
Ø  Ciri tingginya peradaban.
Ø  Sifat-sifat mukmin dan ululalbab.
Ø  Merupakan jenis kebajikan.
Ø  Merupakan akhlak imaniyah.
Ø  Akhlak para Nabi dan Rosul
Ø  Seruan agama yang Robbani

75.       Jelita karena suka memberi nasehat dan baik kepada tetangga
Etika terhadap tetangga adalah sebagai berikut:
ü  Tidak menyakitinya dengan perbuatan atau perkataan
ü  Berbuat baik kepada tetangga.
ü  Bersikap dermawan dengan memberikan kebaikan.
Bebrapa kiat praktis memuliakan tetangga:
Ø  Sering bertegur sapa.
Ø  Berikanlah kepada mereka sebagian makanan.
Ø  Berikanlah oleh-oleh kepada mereka bila kita bepergian jauh.
Ø  Bantulah mereka ketika mendapat musibah atauapun menyelenggarakan hajatan.
Ø  Berikanlah anak-anak mereka sesuatu yang menyenagkan, berupa makanan atau mainan.
Ø  Sesekali undanglah mereka makan bersama di rumah.
Ø  Berikanlah hadiah buku bacaan dan suatu benda yang mendorong mereka untuk lebih memahami Islam.
Ø  Ajaklah mereka sesekali dalam acara pengajian atau majelis taklim.

76.       Jelita karena menjunjung tinggi rasa malu
Para ulama mendefinisikan malu dalm berbagai ungkapan:
ü  Malu adalah perubahan yang terjadi pada diri seseorang lantaran menghawatirkan aib atau celaan.
ü  Al-jurjanji mengungkapkan, “Malu adalah mencegah diri dari sesuatu dan meninggalkannya karena takut dicela.”
ü  Al-Jahizh burtutur, “Malu adalah instrumen kewibawaan. Malu adalah mendudukan pandangan dan menahan omongan lantaran berlaku santun kepada seseorang. Malu adalah kebiasaan yang terpuji, selama bukan karena kebohongan dan pula karena kelemahan.”
Imam Ibnul Qoyyin al-jauziyyah bertutur bahwa malu dikategorikan menjadi sepuluh:
Ø  Haya’ Jinayah, yaitu malu karena melanggar aturan.
Ø  Haya’ Taqsir, yaitu malu karena tidak bersungguh-sungguh.
Ø  Haya’ Ijlal, yaitu malu karena menhormati.
Ø  Haya’ Karom, yaitu malu karena berkepribadian mulia.
Ø  Haya’ Hisymah, yaitu malu karena hubungan kekerabatan.
Ø  Haya’ Istihqorinnafs, malu karena merasa hina dan kecil.
Ø  Haya’ Mahabbah, malu karena cinta.
Ø  Haya’ Ubudiyyah, yakni malu dalam rangka beribadah.
Ø  Haya’ Syarof Wa ‘Izzah, yaitu malu karena memeilki kemuliaan dan harga diri.
Ø  Haya’ Minan Nafs, malu kepada diri sendiri ketika diliputi dengan keburukan dan kehinaan.

77.       Jelita karena bergaul dengan orang-orang solih dan solikhah
Lima kriteria menjadi teman yang baik:
ü  Cerdas (berakal)
ü  Berakhlak baik
ü  Tidak fasik
ü  Bukan ahli bid’ah
ü  Tidak rakus dunia

78.       Jelita karena menutupi aib saudaranya
Yang harus dilakukan untuk tidak membuka aib:
Ø  Bertekad untuk makin produktif dalam dalam berkarya serta membangun dan memberikan sebaik-baik manfaat kepada orang lain.
Ø  Meninggalkan kritikan-kritikan yang tidak membina dan jangan menyibukkan diri pada dan aib orang lain.
Ø  Fokus perhatikan diri kita sendiri, periksa dan carilah aib dan kekurangan yang ada pada diri sendiri.

79.       Jelita karena cekatan dalam kehidupan sosial
Beberapa bukti wanita aktif terlibat dalam kegiatan sosial:
ü  Muslimah aktif mencari nafkah.
ü  Muslimah aktif di masjid {kegiatan masyarakat}.
ü  Muslimah sebagai anggota pasukan perang.
ü  Muslimah peduli urusan politik.
ü  Muslimah sebagai penyeru kebaikan (daiyah)



80.     Jelita karena taat pada norma-norma kehidupan yang berlaku
Beberapa aturan Islam bagi muslimah:
Ø  Muslimah dilarang memakai parfum dengan bau yang menyengat ketika keluar rumah.
Ø  Musliamh harus memakai jilbab.
Ø  Muslimah harus menutup rambutnya dari pandangan pria.
Ø  Wanita tidak boleh bersentuhan dengan perempuan yang bukan mahromnya.
Ø  Muslimah dilarang bertemu dengan pria yang bukan mahromnya.
Ø  Muslimah dilarang memandang pria yang bukan mahromnya.
Ø  Muslimah dilarang pacaran.
Ø  Muslimah dilarang bepergian seorang diri.
Ø  Muslimah kalau berjalan harus menundukkan pandangan.
Ø  Muslimah harus menjaga intonasi suaranya.
Ø  Muslimah dilarang memakai perhiasan yang berlebihan.

81.       Jelita karena ukhuwah selalu dijaga
Untuk menetahui ukhuwah yamg indah perlu mengetahui tahapan ukhuwah Islamiyah:
ü  Ta’aruf {saling mengenal}
ü  Tafahum {saling memahami}
ü  Ta’awun {saling menolong}
ü  Takaful {saling menanggung}
ü  Itsar {mendahulukan orang lain dari pada sendiri}.
Tip untuk menjaga ukhuwah agar tetap terjaga:
Ø  Nyatakan rasa cintamu
Ø  Saling mendoakan
Ø  Saling memberi hadiah
Ø  Melepas kesusahan saudaranya
Ø  Menutup aib
Ø  Tidak berburuk sangka dan mencari kesalahan.
Ø  Tidak mendiamkannya
Ø  Memenuhi hak sesama muslim
Ø  Menjenguk jika sakit
Ø  Mengantarkan jenazahnya

82.       Jelita karena hindari fitnah dunia
Tip agar selamat dari fitnah dunia:
ü  Hindari ghibah/gossip
ü  Menjaga pakaian
ü  Lebih banyak beraktivitas di rumah
ü  Memelihara pikiran
ü  Hati-hati memilih teman
ü  Hati-hati memilih tempat bersosialisasi
ü  Hati-hati ketika berselancar di dunia maya
ü  Menikahlah {jika sudah cukup umur}
ü  Berpuasalah
ü  Isi hati dengan dzikr

83.              Jelita kaarena jauhi zina
Dan orang-orang yang kafir amal perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang yang dahaga, tetapi apabila (air) itu didatangi tidak ada apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Alloh baginya. Lalu Alloh memberikan kepadanya perhitungan (mal-amal) dengan sempurna dan Alloh sangat sangat cepat perhitungan-Nya.
{Qs An-Nur [24]: 39}

Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.
{Qs Al-isra’ [17]: 32}

84.     Jelita karena sadar ketidaksempurnaan diri
Sempurna hanya milik Alloh SWT
Rasanya hidup ini menjadi sempurna ketika angan, impian, dan cita-cita teraih sudah. Sempurna rasanya ketika dapat melampiaskan dorongan hawa nafsu sepenuh jiwa. Padahal pada hakikatnya kita sedang digelincirkan oleh kesenagan dunia, kecintaan terhadap suatu yang fana sehingga melupakan tujuan utama kita dalam hidup di dunia, yaitu beribadah untuk meraih ridho Alloh SWT agar kelak selamat di akhirat.

85.              Jelita karena mau berinfaq dan berzakat
Perbedaan dan zakat:
Ø  Zakat, sifatnya wajib dan ada ketentuan/batasan jumlah harta yang harus dizakati dan siapa yang boleh menerima.
Ø  Infaq, sumbangan sukarela atau seikhlasnya (materi).
Ø  Shodaqoh, lebih luas dari infaq karena yang dishodaqohkan tidak terbatas pada materi saja.

86.     Jelita karena tidak pernah lupa bershohaqoh
Dalam sebuah hadist Rosululloh memberikan jawaban kepada orang miskin yang cemburu terhadap orang kaya yang banyak bershodaqoh dengan hartanya, beliau bersabda, “Setiap tasbih adalah shodaqoh, setiap takbir adalah shodaqoh, setiap tahmid shodaqoh, setiap amar makruf adalah shodaqoh, nahi mungkar shodaqoh dan menyalurkan syahwatnya kepada istri sodaqoh.” {HR Muslim}





87.              Jelita karena tidak lemah dan tidak berbuat hina
Isalam memerintahkan agar setiap muslim memeiliki pribadi pribadi yang tangguh, yang tercermin dari aqidah yang kuat, tinggi tingkat pemikirannya, dan taat mengamalkan ajaran-ajaran islam. Alloh SWT berpirman, “...Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Alloh...” {Qs Shad [38]: 26}

88.             Jelita karena adil menduduki takhta
“Barang siapa yang dunia adalah semangat (hasrat) nya, niscaya Alloh mencerai-beraikan kekuatannya dan menjadikan kefakirannya di hadapan kedua matanya dan Alloh tidak akan memeberinya dari harta dunia ini, kecuali apa yang telah ditetapkan untuknya.”
Seseorang yang memilki ambisi keduniaan secara berlebihan akan mengalami kerugian dunia dan akhirat:
ü  Menjadi fakir
ü  Urusan menjadi kacau
ü  Menghilangkan kekuatan
ü  Mendaptkan harta hanya sedikit

89.     Jelita karena nikmat tidak membuat terlena
Bebrpa perkara penting supaya tidak terlena:
Ø  Hendaknya kita berserah diri dan meyakini bahwa Alloh SWT tidak akan menzolimi siapapun, kecuali akibat ulah manusia sendiri.
Ø  Wajib atas setiap muslim bahwa ujian itu datangnya dari Alloh SWT.
Ø  Wajib bagi kita untuk bersabar, mengharap pahala, dan memuji Alloh atas segala yang ditakdirkan.



90.     Jelita karena sikap tawadhu’
Beberapa keutamaan sifat tawadu’:
ü  Sebab mendapatkan kemuliaan di dunia dan akhirat.
ü  Sebab adil, disayangi, dicintai di tengah-tengah manusia.
§  Mencontoh sifat tawadhu’ Rosululloh SAW.
§  Nasihat para Ulam tentang Tawadhu’.

91.              Jelita karena paham pernikahan islami yang visioner
Menikah mepunyai beberapa tujuan yang harus dipahami:
Ø  Menikah merupakan salah satu perintah Alloh.
Ø  Untuk melestarikan keturunan dan memakmurkan bumi Alloh.
Ø  Untuk menyalurkan kebutuhan biologis antara laki-laki dan perempuan sehingga bisa terjaga kesucian masing-masing.
Ø  Dalam rangka menjaga keutuhan nasab karena jika tidak ada pernikahan yang resmi sesuai aturan agama, akan terjadi kekacauan kehidupan.
Ø  Dengan pernikahan akan terbentuk kelarga.
Ø  Untuk mencari ketenangan jiwa yang menjadi tujuan manusia. {Qs Ar-Rum [30]: 21}.
Ø  Memperbanyak jumlah umat Nabi SAW.
Ø  Dalam rangka menyelamatkan masyarakat dari bahaya berbagai penyakit moral dan kerusakan Akhlak.
Dalam ajaran agama Islam ada tiga tahapan dalam merajut benang pernikahan:
ü  Nazhar {melihat calon istri}
ü  Khitbah {melamar atau meminang}
ü  Nikah



92.              Jelita karena menjadi baju belahan jiwa
Batasan yang Alloh SWT terapkan dalam persoalan berhias:
Ø  Kepada suami
Istri wajib tampil cantik dan semenarik mungkin di depan suami.
Ø  Kepada laki-laki yang mahrom dan sesama wanita muslimah
Seorang wanita boleh menampakkan sebagian tubuhnya, seperti kepala, leher, tangan, kaki, dan bagian lain yang memang diperbolehkan secar syar’i di depan keluarganya yang masih mahrom.
Ø  Tidak berdandan untuk laki-laki nonmahrom dan wanita kafir.

93.              Jelita karena menjadi istri yang sholikhah yang taat dan    berbakti kepada suami
Beberapa hal yang sangat penting dan kadang terlupakan oleh seorang istri:
ü  Memberikan sambutan yang menyenangkan
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh seorang istri ketika menyambut suami pulang kerja;
§  Menampakan wajah yang cerah.
§  Menyampaikan berita yang menyenangkan.
§  Mengungkapkan kerinduaan.
§  Menyajikan hidangan untuk suami.
ü  Memperindah dan memperlembut suara
ü  Berhias
ü  Melayani kebutuhan biologis suami (jima’)
ü  Ikhlas menerima keadaan
ü  Menjaga kesetiaan
ü  Meredakan amarah suami
ü  Menjaga kehormatan
ü  Memuliakan keluarga dan tamu suami
ü  Sabar
ü  Merapikan rumah

94.     Jelita karena mengetahui dan mengamalkan tanggungjawab seorang istri
Kewjiban seorang istri:
Ø  Merendahkan pandangannya terhadap suaminya.
Ø  Tidak berkhianat terhadap suaminya ketika suaminya tidak ada, termasuk juga hartanya.
Ø  Menunaikan hajat suami {jika diajak oleh suaminya} biarpun di waktu sibuk atau susah (ditamsikan berada di punggung unta oleh Rosululloh).
Ø  Meminta izin suami untuk keluar rumah. Kalau keluar tanpa izin suaminya, dia dilaknati oleh malaikat sampai ia bertobat dan kembali.
Ø  Menjadi pendorong dan penasehat suami daalam hal kebaikan.
Ø  Memahami hal-hal yang digemari dan yang dibenci oleh suami.
Ø  Setiap perbuatannya hendaklah menyenangkan hati suami.
Ø  Senantiasa menambahkan ilmu agamanya dan amalan-amalannya.
Ø  Demi cinta terhadap suaminya seorang istri akan melakukan khidmat dan bakti kepada suaminya.
Ø  Senantiasa menyediakan air di sisi suami, selama itulah ia didoakan keampunan oleh para malaikat.
Ø  Memasak makanan menurut kesukaan atau selera suami.
Ø  Menambal baju atau pakaian yang buruk.
Ø  Siapkan barang-barang keperluan suami.






95.              Jelita karena mengetahui dan mengamalkan tanggungjawab seorang ibu
Beberapa tip untuk menjadi seorang ibu yang baik:
ü  Pelihara komunikasi yang baik dengan anak.
ü  Selalu sediakan waktu untuk anak.
ü  Menjadi sahabat bagi anak.
ü  Jangan pelit memberikan pujian bagi anak berprestasi atau melakukan hal yang baik.
ü  Jangan menuntut terlalu banyak kepada anak.
ü  Hargai kerja keras anak.
ü  Memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak.
ü  Suatu ketika anak berbuat salah maka marahlah tetapi dalam hal yang membangun atu agr anak itu tidak melakukan kesalan lagi.

96.     Jelita karea menjadi menantu sholikhah kesayangan mertua
Bebrapa tip untuk menjadi menantu yang baik:
Ø  Anggap mertua sebagai orang tua kandung sendiri.
Ø  Hormati dan hargai mertua.
Ø  Patuh.
Ø  Bersahabat atau akrab dengan mertua.
Ø  Berikan dan lakukan yang terbaik untuk mertua.

97.              Jelita karena menanamkan aqidah dan akhlakul karimah kepada anak
Bebrapa hal mengenai aqidah dan aklakul kharimah yang harus ditanamkan:
ü  Sholat.
ü  Mengenalkan kitab suci Al-Qur’an.
ü  Menutup aurat.
ü  Menagajarkan anak makan dan minum yang halal.
ü  Mengajarkan meminta izin jika mau mengambil barang yang bukan miliknya.
     Pesan dan cara Rosululloh mendidik keluarganya:
ü  Ajari mereka untuk bertauhid.
ü  Ajarkan keluarga untuk melaksanakan sholat.
ü  Memberikan sedikit ancaman agar mereka tidak bermaksiat.
ü  Pisahkan tempat tidur antara anak laki-laki dan perempuan.
ü  Memperbanyak doa untuk kebaikan keluarga.

98.     Jelita karena mengikhtiarkan “keluarga robbani” dalam kehidupan rumah tangga
Semua ulama sepakat bahwa label ‘Robbani’ hany untuk menyebut seseorang yang memilki sifat-sifat:
Ø  Berrilmu dan memiliki pengetahuan tentang Al-Qur’an dan sunnah.
Ø  Mengamalkan ilmu yang telah diketahuinya.
Ø  Mengajarkannya kepada masyarakat.
Ø  Mengikuti pemahaman para sahabat dan metode mereka dalam beragama.
Prinsip mengikhtiarkan keluarga robbani dalam kehidupan rumah tangga:
ü  Sikap yang santun dan bijak {Mu’asyaroh bil ma’ruf}.
ü  Saling mengingatkan dalam kebaikan.
ü  Lebih mengutamakan untuk melaksanakan kewajiban daripada menunutut hak.
ü  Saling menutupi kekurangan pasangannya.
ü  Saling menolong.






99.     Jelita karena engkaulah bidadari yang didamba surga
Ciri-ciri wanita ahli surga:
Ø  Bertakwa.
Ø  Beriman kepada Alloh, malaikat-malaikat, rosul-rosul, hari kiamat, takdir yang baik dan yang buruk.
Ø  Mengucapkan sahadatain, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan ramadhan.naik haji bagi yang mampu.
Ø  Ihsan, beribadah kepada Alloh.
Ø  Ikhlas beribadah kepada Alloh, tawakal kepada Alloh, mencintai Alloh dan Rosululloh, takut terhadap azab Alloh, mengharap rahmat Alloh, bertobat kepada Alloh, bersabar atas segala takdir Alloh, serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
Ø  Gemar membaca Al-Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir kepada Alloh, berdoa kepada Alloh.
Ø  Menhidupkan amar ma’ruf nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
Ø  Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluru makhluk, termasuk hewan ternak yang dimiliki.
Ø  Menyambung tali persaudaraan, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, memaafkan orang yang menzoliminya.
Ø  Berinfaq, menahan amarah, dan memaafkan manusia.
Ø  Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap semua makhluk.
Ø  Menjaga lisannya dari perkara dusta, saksi palsu, dan menceritakan kejelekan orang lain.
Ø  Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
Ø  Berbakti kepada orangtua.
Ø  Menyambung tali silaturahmi dengan sahabat atau kerabat.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini